Dalam bayang-bayang
Ada jam yang berdetak keras namun senyap
Di atas perapian hangat yang menulis namamu
dan nama-nama kecil yang dulu
berlari dari satu pelukan ke pelukan lain
Aku belajar mengunyah sepi perlahan
menyisakan ruang di udara
untuk sesuatu yang tak kasat mata
namun beratnya menekan dada
Di antara doa yang tak pernah selesai
Tersembunyi di sana
Api rindu yang selalu kujaga

